Tampilkan postingan dengan label 26 kemana angin pergi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 26 kemana angin pergi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

pemimpi

ini cerita tentang kita
pemimpi yang bertemu pemimpi lain
mengetuk pintu imaji yang mulai samar
membuatku mengerti bukan hanya aku

dibatas yang sama, menepi.
rupa rindu dan dosa yang indah
sampai nanti ada yang tertinggal
ada yang meneruskan mimpi
sendiri..

tunggu aku
di ruang yang sama
hanya takut tidak temukan kamu
berlayarlah
dengan benang terikat antara kita
hingga saling menemukan pada akhirnya
lalu menepilah kembali
kita usap renta saat senja
image

Kamis, 31 Januari 2013

namanya perahu kecil...

ternyata pelangi setelah hujan itu tidak datang di hari yang sama
dan bukan dari hujan yang sama..
lucunya aku menyadari itu dalam proses yang lama
setelah hujan selalu memarahi aku hanya karena aku selalu berpura-pura

di bulan Desember...
riak itu menjadi tenang sebenarnya
namun aku justru merasa tenggelam
sangat dalam sampai akhirnya aku mengulurkan tanganku untuk ditarik
hal yang selama ini tidak pernah aku lakukan
mungkin karena sesak..sudah cukup lama..
dan aku sadar..
aku tidak mau mati tenggelam..

perahu itu kecil..sangat kecil..
namun jangkarnya sangat dalam tertancap di dasar
sehingga aku bisa menyusuri jangkar itu naik ke atas permukaan
dan sedikit menyapa angin
lalu aku melihat beberapa warna
dan ada yang berbisik..
"ikut dia..dan kamu tidak akan tenggelam"

Selasa, 27 November 2012

sampai bertemu..

selamat bertemu lagi..
dinginmu membawa aku pada hampir miliaran memori 
tadi hujan turun,tapi sepertinya tidak lagi
mungkin karna malam mulai menantangnya dengan pekatnya maji
secangkir coffe latte rasanya hambar
mengingat seorang anak kecil yang kutinggal di sana
seorang anak penjual tissue
terakhir kali, dia minta ayam bakar
sayang habis
sampai saat ini, belum bertemu lagi
rindu melihat senyumnya yang dikulum
dan dengan dekilnya menggelayut manja
ahhhh
maaf..karna tidak bisa kuhabiskan ayam bakarku disini
kutitipkan rinduku pada hujan yang sempat terhenti dari Bandung
dan biarkan ia jatuh di kotamu
pertanda aku mengingatmu
bocah penjual tissue,

di balik udara dingin kota Bandung,
kubelikan ayam bakar semaumu saat aku pulang nanti.

Nesya Valentia

Rabu, 21 November 2012

sebentuk hujan

hai..sudah sampai hujan kirimanku?
itu aku.
dalam bentuk lain
mulai ingin memprotes bagian janjimu yang belum selesai
mulai memburu secuil harapan yang kau sajikan
mulai mempertanyakan , kenapa..

satu titik dimana merasa sangat bodoh
dan tentu saja ...lelah..

hai..sudah redakah hujanku?
itu aku.
sebentuk pemberian maaf dan dendam yang tersepuh sanjung
menjadi hangat, menerima.
untuk kamu.

sampai berjumpa di lain hujan
dan jika beruntung,
pelangi akan muncul sebagai keikhlasanku atas beribu tanya.

salam hangat,
sebentuk aku dari hujan

 Nesya Valentia

Selasa, 16 Oktober 2012

breathless

karena yang sebetulnya itu
daya juangku terhenti.
bukan karna apa, bukan karana siapa
tapi lucu saat tau 
bahwa nyata lakumu ; membunuh aku.

Senin, 22 Agustus 2011

seberapa pantaskah...

...
Seberapa pantas engkau untukku :
sesudah apa yang engkau lakukan disepanjang kebersamaan kita. Kau boleh mengumpatku bahkan meludahiku, memanggilku anjing dan melihatku seperti kotoran, tak apa. Kau boleh perlakukanku seperti sampah busuk dan najis, sungguh tak apa. Sebaiknya kamu tahu semakin buruk sikapmu padaku semakin membuatku kasihan dan tak menyurutkan niatku menolongmu. Boleh kau tampar pipi kiriku dan aku akan berikan pipi lainnya lagi. kelak kau akan mengerti bahwa aku selalu bersabar padamu !


Seberapa pantas engkau kutunggu :
setelah semua yang kita lalui disepanjang kita bersama. Apakah engkau paham apa itu setia, saat kau memuji didepannya dan menghujat dibelakangnya ? Apakah kau juga mengerti apa itu percaya bila mengiyakan didepannya lalu menyangkal habis dibelakangnya. Kau ta’kan paham artinya sebuah kesabaran, sehingga engkau sendiri akan terjatuh didepannya lalu memohon ampun walau ia membelakangimu kerna tahu penghianatanmu dan ia masih saja memaafkanmu. Jika saja kau tahu betapa tak ada satupun perbuatanmu yang berarti untuknya !


Seberapa berharga engkau untuk kumiliki :
setelah semua yang tertinggal direkam jejak masa kebersamaan. Bukanlah sekedar kata manis yang membuai dinding maya dan menerbangkan angan anak perawan yang mudah dibujuk. Bukan pula janji manis yang tertinggal sepahnya dimakan muslihat. Tak sadarkah engkau sedang bersama siapa, seorang malaikat ataukah penyerupa dalam jubah hitam kematian. Engkau tahu ia bukanlah penghasut melainkan tetesan embun yang turun dari gunung ketulusan dan kesejatian. Bila saja kau sadar ada yang sedang mengawasi keculasanmu !


Seberapa lama engkau akan bertahan :
Sebelum semua usai pada masa yang tinggal hitungan purnama. Hanyalah sebuah persinggahan bila bukan karena ketulusan dan kasih sayang. Hanyalah sebuah permainan bila tidak didasari oleh rasa saling percaya dan saling setia. Apakah ini yang kau namakan cinta dengan segala kehormatan namun engkau menginjaknya hingga lumat diujung alas kakimu seolah kotoran. Bahkan cacingpun terus menggeliat walau tubuh tinggal serpihan tak berbentuk, ia masih terus berjuang untuk sebuah kehidupan. Andai kau pahami siapa yang ada disisimu !


Kau jawablah pertanyaan ini sebelum membuat keputusan
seberapa pantas engkau untukku ?
seberapa pantas engkau kutunggu ?
seberapa berharga engkau tuk kumiliki ?
seberapa lama engkau akan bertahan ?
sesudahnya kuberharap setidaknya :
engkau tahu apa yang kau miliki dan siapa yang berdiri disisimu
atau engkau akan kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu
dan itu adalah ketulusanku mendampingimu.
dikutip dari By : Dinda Natasya dr.Cinta Pertama

Minggu, 21 Agustus 2011

mama

Untuk Perempuan Terhebat


Kepada Yang Tersayang
Perempuan Bergelar Ibu

Assalamualaikum
Halo ibu, atau yang lebih suka kupanggil dengan sebutan mama. Bukan karena sok keren atau biar terdengar gaul, tapi memang panggilan itulah yang telah dibiasakan padaku sejak kecil, dan aku tidak ingin untuk menggantinya dengan panggilan lain.
Seringkali aku ingin bertanya, bagaimana sih rasanya menyandang gelar seorang ibu? Pasti berjuta rasanya. Gelar yang diperoleh setiap wanita tanpa perlu mendaftar di perguruan tinggi manapun, tanpa ujian skripsi, tapi justru ujian menghadapi kenakalanku dan adik laki-lakiku.
Ma, ada tidak syarat spesifik untuk menjadi seorang ibu? Adakah kriteria bagaimana cara menjadi ibu yang baik dan benar?

Aku tahu Ma, tidak ada buku yang mengulas teori menjadi ibu dengan benar-benar tepat, tidak satupun kursus mampu memberikan tips terbaiknya, menjadi ibu sejatinya datang dari hati. Begitu kan Ma?

Ma, usia kita terpaut lebih dari dua dekade. Sudah benar-benar generasi yang berbeda. Tak salah jika kita sering beda pendapat, sering beda pandangan, sering beda pemahaman. Rasa-rasanya seringkali kita tak sejalan, tapi bagaimanapun itu aku tetap menghormati dan menyayangi mama.

Ma, aku paling anti didikte, karena itu membuatku merasa masih dianggap anak kecil. Tapi aku tahu, betapa besar kekhawatiran seorang ibu, pada anak gadisnya yang sedang dalam proses menjadi dewasa. Pada godaan yang begitu banyak menerpa. Ah ya, aneh ya Ma, melihat betapa kita terkadang begitu mirip dan begitu berbeda dalam waktu-waktu tertentu.

Ma, Papa itu keren ya bisa memenangkan hatimu. Begitu beruntung pria satu ini bisa terpilih menjadi pendampingmu dari sekian macam seleksi ketat. Karena cintakah? Ha ha. Aku tahu aku tahu, pasti hanya Mama yang begitu mampu mengerti Papa, dan begitu juga sebaliknya.
Ma, bagaimana rasanya tahu bahwa akulah anakmu? Cukup memusingkan ya? Sama. Aku juga suka pusing dengan diriku sendiri. He he.

Jujur saja, aku selalu sedih saat tak sengaja berseteru denganmu. Apakah harus dengan begini kita menghadapi satu masalah. Kuharap tidak terjadi lagi untuk besok-besoknya. Dosaku sudah cukup banyak tanpa harus jadi anak yang durhaka. He he. Ma, mengertilah aku, sementara akupun sedang berusaha melakukan hal yang sama.

Ma, tidak cukup kata terimakasih untuk triliunan perhatian, cinta dan kasih sayang yang telah dilimpahkan untukku dan adikku. Bahkan bagiku kue saat ultah hanyalah sebatas simbol belaka. Ma, aku tidak suka berjanji karena takut tidak mampu menepatinya. Tapi ijinkan aku membahagiakanmu.


diposting di www.anindita.posterous.com

teruntuk Ibu Kekasihku



Dear Ibu dari Kekasihku,

Sebelum Ibu membaca surat ini, maafkan atas kelancangan adinda menulis surat kepada Ibu.

Mungkin Ibu belum mengenal adinda, begitu pula sebaliknya. Tapi adinda percaya Ibu adalah Ibu yang penuh dengan kasih, penuh cinta dan kehangatan. Bukankah buah jatuh tak jauh dari pohonnya? Seperti anakmu yang selalu penuh cinta, ini pasti turunan darimu Ibu :)

Ibu, kau tahu anakmu adalah pria yang baik, pria yang penuh kasih. Dia selalu menghujaniku dengan cinta yang tulus. Dia memperlakukan adinda selayaknya pria memperlakukan perempuannya. Dia, pria yang cerdas yang punya sejuta impian dalam otaknya dan tidak hanya impian, tapi dia mewujudkannya.

Ibu, adinda salut pada anakmu. Dia pekerja keras. Dia mau bekerja apa saja untuk dirinya dengan halal dan adinda percaya dia akan mengusahakan apapun untuk keluarga kecilnya nanti. Dia bertanggungjawab atas apa yang dia kerjakan, atas apa yang dia perbuat dan selalu siap menerima segala resikonya.

Ibu, terimakasih telah melahirkannya ke bumi, mendidiknya dengan penuh kasih dan mengajarkan semua hal itu padanya.

Ibu, adinda memuja anakmu. Bolehkah dia menemaniku? Menghias warna dalam hidupku? Bolehkah aku sematkan namanya di belakang namaku?

Ibu, adinda tahu, adinda bukan perempuan yang sempurna. Namun dengan kekurangan ini ingin adinda sempurnakan aliran nafas anakmu.

Ibu, katakan pada adinda, apa yang harus adinda perbuat lagi agar Ibu melegakan nafas ketika anakmu pulang kerumah sambil menggenggam tanganku?

Ibu, adinda minta maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Peluk hangat adinda untuk Ibu.

salam,

Pemuja Anakmu

diposting di http://mooiemeid.tumblr.com

*seandainya surat ini sampai...