Tampilkan postingan dengan label 89 PROSES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 89 PROSES. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2013

namanya perahu kecil...

ternyata pelangi setelah hujan itu tidak datang di hari yang sama
dan bukan dari hujan yang sama..
lucunya aku menyadari itu dalam proses yang lama
setelah hujan selalu memarahi aku hanya karena aku selalu berpura-pura

di bulan Desember...
riak itu menjadi tenang sebenarnya
namun aku justru merasa tenggelam
sangat dalam sampai akhirnya aku mengulurkan tanganku untuk ditarik
hal yang selama ini tidak pernah aku lakukan
mungkin karena sesak..sudah cukup lama..
dan aku sadar..
aku tidak mau mati tenggelam..

perahu itu kecil..sangat kecil..
namun jangkarnya sangat dalam tertancap di dasar
sehingga aku bisa menyusuri jangkar itu naik ke atas permukaan
dan sedikit menyapa angin
lalu aku melihat beberapa warna
dan ada yang berbisik..
"ikut dia..dan kamu tidak akan tenggelam"

Rabu, 21 November 2012

belajar






aku hanya belajar
menepi dari segala lelah pada bahu yang pernah ditawarkan seorang pejanji
dikungkung sorot matanya, aku hanya belajar
merunut hampir 1053 hari yang terlewati, menjanji tidak kurang dari 7 hari
rasa-rasanya hampir hilang
ketika dalam hitungan jam berhasil menyadari
bahu pejanji itu hanya mampir, lalu pergi
ringkih sekali, berikutnya membodoh-bodohi diri sendiri
hahahaha
di ujung sisa-sisa maka aku hanya belajar
meluputkan si pejanji dengan lampau meski menyiksa
terima kasih dan jangan kembali
karna aku hanya belajar
mengucap kata maaf untuk rasa yang sempat terbentuk

hari ke - enam belajar,
Nesya Valentia

Minggu, 02 Oktober 2011

ending story

well...
kemaren2 gw pernah nulis sekilas tentang perjalanan hidup gw with my twilight..
saat itu gw gatau akan berakhir sad ending atopun happy ending..
tapi yang gw tau apapun itu hasilnya,,gw akan ttp berterima kasih sama dia,karna dia bantu gw dlm pencarian gw!

and now i found the point!
the point is..
bukan dari segi sad ending ato happy ending nya gw berakhir,,
tapi PROSES..
dimana gw akan banyak menemukan pembelajaran yg berarti..
dan kalaupun hasilnya sad ending..no problem..
i will be fine..

dan sekarang..gw bisa bilang sama kalian semua..
akhir cerita gw HAPPY ENDING ko..
even gw harus kehilangan senja gw,even gw sempet terpuruk..kacau..desperate..
tapi saat ini gw malahan bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup gw kemaren2..

oke..gw akuin..
gw sempet menyerah..
gw sempet ga ada tujuan..
tapi satu hal yang gw tau..
langkah gw masih panjang..
jalan gw masih terbentang lebar..
dan gw ga mau mempertaruhkan masa depan gw hanya demi sebuah pengorbanan..

well..look at me..
sekarang gw sanggup..lebih dari mampu untuk berdiri sendiri...
tanpanya..
dan hidup gw lebih baik..

gw ga pernah pungkiri kalo memang senja gw masih sering berkelebat..
tapi perlahan tapi pasti,,
gw membiaskan warnanya di hidup gw..
dan yang ada sekarang gw mampununtuk melihat semua warna indah senja itu hanya menjadi satu warna aja,,
ABU-ABU..

dan sekarang warna lain mengambil alih perhatian gw..
warna lain di kehidupan ini, di sisi lain dunia ini yang berhasil buat gw MOVE ON!

meskipun warna itu hanya mampir..lalu pergi perlahan seperti saat ini.. 
makasih.. :)

biarin gw saat ini dengan kesendirian dan kesempurnaan gw dalam memandang dan menghadapi hidup ini..
suatu saat nanti..
cerita ini akan jadi pusat perhatianku saat aku menata gudang..

Minggu, 21 Agustus 2011

cerita pensil


... Seorang anak kecil memperhatikan neneknya menulis sesuatu. Didorong rasa ingin tahunya ia bertanya, "Nek, sedang menulis cerita tentang nenek dan aku ya?"

Sang nenek berhenti menulis, memperhatikan cucunya dan berkata, "Ya. Nenek sedang menulis tentang kamu. Sebenarnya ada hal yang lebih penting dari tulisan ini, yaitu pensil yang saya gunakan. Saya harap kamu bisa seperti pensil ini saat kamu dewasa nanti."

Penasaran dengan ucapan neneknya, si anak kecil melihat pensil yang digunakan neneknya: tidak ada yang istimewa dari pensil itu.

"Semua tergantung cara kamu memandang sesuatu. Pensil ini punya 5 kualitas yang jika kamu bisa terapkan itu semua, maka kamu akan selalu merasa damai di dunia ini.

"Kualitas pertama, kamu mampu melakukan hal-hal besar. Akan tetapi selalu ingat bahwa ada tangan yang memandu langkah kamu. Kita sebut tangan itu tangan tuhan atau dewa."

"Kualitas kedua, selama menulis ada waktu saya berhenti sejenak untuk meraut pensil ini. Proses meraut itu akan sedikit menyakiti si pensil, tapi setelah melewati proses itu si pensil akan jadi lebih tajam. Begitu juga kamu, belajarlah untuk menerima rasa sakit dan kepedihan, karena itu akan menjadikan kamu lebih kuat dan lebih baik.

"Ketiga, pensil selalu memungkinkan kita menghapus kesalahan tulisan agar menghasilkan karya yang lebih baik. Sama juga jika kita mengkoreksi hal-hal yang kita lakukan itu berguna untuk membuat kita tetap di jalur yang mengarah ke tujuan kita."

"Kualitas keempat, perhatikan bahwa hal paling penting dari pensil bukan eksterior luarnya berupa kayu, akan tetapi bagian dalamnya berupa grafit yang dipakai untuk menulis. Oleh karenanya selalu perhatikan apa pun yang terjadi di dalam dirimu."

"Kelima dan terakhir adalah pensil selalu meninggalkan jejak setiap digunakan. Dengan cara yang sama kamu juga akan meninggalkan kesan dalam setiap hal yang kamu lakukan di dunia ini. Maka dari itu berusahalah untuk menyadari itu dalam setiap tindakanmu." ...


"Like the Flowing River" dari Coelho